Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kehidupan

Manfaat Minum Air Putih Bagi Tubuh Manusia

Dapatkan   Kulit Sehat :   Anda   akan   terlihat lebih muda   saat kulit   a nda   terhidrasi   dengan baik .   Air   membantu   untuk mengisi   jaringan kulit ,   melembabkan   kulit dan   meningkatkan   elastisitas kulit . Produktivitas   yang lebih baik   di Tempat Kerja :   Otak Anda   sebagian besar terdiri   dari   air ,  sehingga   minum   air membantu   Anda   berpikir lebih baik ,  menjadi lebih   waspada dan   lebih terkonsentrasi .   Latihan   yang lebih baik :   Minum air   mengatur suhu tubuh anda .  Itu berarti   anda   akan   merasa lebih   energik   ketika melakukan   latihan .  Air juga   membantu   untuk bahan bakar   otot   anda .   Menurunkan Berat Badan :   Minum air   mengurangi   kelaparan ,   itu adalah   penekan   nafsu makan   yang efektif   sehingga anda   akan   makan lebih sedikit .  Plus,   air memiliki   kalori   nol .  Berikut adalah   rincian lebih lanjut   tentang cara untuk mencapai   kehilangan lemak   dengan minum   air .   Obat

Awal Dan Akhir Yang Baik

Good starting point , awal yang baik sangat penting sebagai momentum memulai banyak hal. Tanpa awal yang baik akan banyak waktu dan energi yang terbuang. Sebagai ilustrasi, bandingkan aktivitas harian akan terasa ketika senyum menghiasi bibir kita pada saat bangun tidur dan sebaliknya, ketika amarah menguasai kita. Namun tidak semua yang diawali dengan baik akan menjamin akhir yang baik, ketika kita tidak bisa serius menjaganya. Akhir yang baik,   happy ending , atau   husnul khotimah , inilah yang akan terkenang sepanjang masa. Boleh jadi kita dalam suatu masa menjadi bagian episode kehidupan yang “gelap” atau menjadi bajingan (maaf), tetapi kalau kita mati sebagai orang alim, orang akan mengenang yang terakhir. Persis ketika naik pesawat, bisa jadi ada turbulensi di angkasa, tapi senyum dan perasaan lega akan segera muncul ketika pilot berhasil melakukan   soft landing , pendaratan yang mulus. (Baca: Mengukir Sejarah Kehidupan ) Sebaliknya, seorang kyai kalau pada akhir hayatny

Mengukir Sejarah Kehidupan

Dalam perjalananku: ke hutan, ke gunung, ke desa, ke kota telah membuat kebimbanganku tentang arti kehidupan di dunia ini. Aku melihat anak-anak, orang dewasa dan juga orang lanjut usia. Aku senang melihat anak-anak bermain tanpa beban, aku melihat para orang dewasa yang terjebak dengan rutinitas pekerjaannya; ada yang ke kebun, ke sawah, ke pasar, ke laut, ke kantor dll. Aku juga melihat para lanjut usia berusaha untuk tetap mengerjakan rutinitasnya untuk tetap bertahan hidup. Kemudian mereka sakit dan meninggal. Dulu aku berpikir dan mungkin teman-teman yang lain akan cukup puas hanya dengan “Lahir - Hidup - dan lalu meninggal”. Dan hanya meninggalkan kenangan kepada orang-orang yang masih hidup tiga baris tulisan di batu nisan: Nama si pulan, Tanggal lahir, Tanggal meninggal. Sesederhana inikah hidup kita? Apakah tidak ada yang lain selain tiga baris tulisan di batu nisan yang bisa kita tinggalkan? Mari kita mengukir sejarah, dengan cara apa? Paling tidak ada 3 hal yang

Mengenali Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif

MENURUT  teori pola asuh, gangguan kepribadian obsesif kompulsif atau sering dikenal dengan sebutan “perfeksionis” muncul karena pola asuh yang otoriter, penuh dengan larangan, kritik, dan celaan atau bersifat memaksa. Pola asuh demikian menyebabkan seseorang berkembang dalam situasi yang tak menyenangkan. Perfeksionis, kata yang sering kita dengar dan kita juga sering mengucapkan atau melabelkan seseorang dengan sifat perfeksionis, karena seseorang itu sangat perfek (sempurna). Apapun yang ia kerjakan ia selalu menginginkan perfek, sehingga terkadang dia tidak mempercayai penyelesaian tugas tersebut kepada orang lain. Jika pun itu harus ia lakukan, seseorang yang ia beri pekerjaan harus juga bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut sempurna seperti yang ia lakukan. “Orang yang memiliki sifat perfeksionis, orang yang menginginkan hasil kerja yang ia lakoni atau pekerjaan yang dilakukan bawahannya sesempurna mungkin,” kata psikolog klinis, Dra Hamidah MSi, Sabtu (22/5). Sifat

Kesibukan, Sikap, dan Perilaku Kita

Barangkali kita, khususnya yang tinggal di kota, memang terlalu sibuk. Urusan kita untuk kepentingan kita sendiri begitu banyak, sehingga jatah waktu yang 24 jam rasanya tidak cukup. Coba hitung sendiri; berapa jam untuk bekerja mencari nafkah? Berapa untuk olahraga termasuk senam pagi agar kondisi tubuh fit? Berapa untuk rekreasi termasuk “rekreasi dinamis” untuk menyegarkan kembali fikiran yang stress? Berapa untuk kerja-kerja sosial seperti arisan dan sebagainya? Berapa untuk kegiatan-kegiatan organisasi ini itu? Berapa untuk istirahat dan tidur? Lalu membaca koran/majalah, nonton tv dan sebagainya dan seterusnya? Belum lagi jika dihitung ‘kegiatan’ menunggu dalam kemacetan lalu lintas. Jadi umumnya kita memang tak cukup punya waktu untuk njlimeti persolan yang tidak atau tidak segera tampak ada kaitannya langsung dengan kepentingan diri kita sendiri? Kiranya untuk persoalan-persoalan yang seperti itu, ‘partisipasi’ kita cukuplah dengan meramaikan sambil lalu bersam